Karya Sri Hasih Nurhayati
Cinta, setiap hari tak pernah lekang dengan kata-kata ini, kata cinta
selalu menjadi topic menarik untuk dibicarakan. Cinta bisa menyatukan
dua hal yang terpisah tapi juga bisa menghancurkan sesuatu yang menyatu
menjadi terberai, bahkan banyak persahabatan yag hancur karena cinta.
Seperti kisah yang dialami Bela.
Bela adalah gadis yang cantik dan baik. Dia baru saja lulus dari
SMA, dan kini dia kuliah disalah satu perguruan tinggi yang ada
dikotanya. Dia mempunyai seorang teman pria, yang merupan temannya dari
kecil, semenjak sd hingga SMA selalu bersama, bahkan mereka satu dusun,
namanya Aldo. Mereka berteman sangat baik, Aldo juga kuliah tapi beda
universitas dengan Bela, tempat kosan mereka juga menjadi lumayan jauh,
tapi hal ini tidak membuat hubgungan Bela dan Aldo menjauh. Aldo tetap
sering bermain kekosan Bela.
Kebetulan Bela mempunyai seorang adik
sepupu yang seumurang dengannya namanya Gita, juga bersahabat baik
dengan Aldo. Jadi tak heran jika Aldo sering main kekosan Bela, bahkan
bisa dibilang kedekatan Gita dengan Aldo lebih dekat dari pada kedekatan
Aldo dengan Bela.

Hingga suatu ketika Aldo datang mengunjungi kosan Bela
“hai be” sapa Aldo
“hai,
Aldo, masuk-masuk,eh ada aditya juga, yuk masuk-masuk” bela menyambut
kedatangan Aldo dan juga Aditya teman masa SMA nya dengan amah
“ehm Gita mana bel, ada yang mau kenalan nih” kata Aldo sambil melirik aditya
“ye apaan sih, kok ngelirik gue” kata Aditya karena merasa disindir
“ouh, bentar lagi uga dating” kata Bela sambil tersenyum
Tak lama kemudian Git datang berama citra teman kuliahnya.
“eh ada tamu rupanya” kata Gita ketika masuk kekosan
“iya nih, ada yang mau kenalan sama kamu Git” kata Aldo
“ow yah, siapa?” kata Git tersenyum
“nih, kenalin temen gue, Aditya namanya” kata Aldo memperkenalkan Aditya
“hai, gue Gita, oya kenalin juga temen gue Citra” Gita kemudian memperkenalkan Citra pada Aldo dan aditya
“kak, citra mau nginep disini mala mini, boleh gag?” kata GIta pada bela
“iya boleh lah” kata Bela.
Setelah
malam perkenalan itu, Citra bercerita pada Gita bahwa dia menyukai
Aldo. Gita kemudian menyarankan untuk cerita dengan Bela, karena Bela
adalah teman Aldo dari kecil, pasti lebih banyak tau. Akhirnya Bela
menjadi mak comblang Aldo dan Citra, hingga mereka jadian. Gag ada yang
menyangka, mereka baru bertemu satu kali, dan kenal baru 1 minggu udah
pacaran. Padalah Citra sebenarnya mempunyai cowok lain selain Aldo.
Memang hubunganny udah agak renggang, dan setelah 1 minggu jadian, Citra
putus dengan cowok lamanya.
Karena Aldo dan Citra pacaran, Citra
jadi sering menginap dikosan Bela, karena Aldo sering main kekosan Bela,
jadi biar bisa ketemu terus. Sedang Aldo juga kalau datang tak
sendirian, dia sering mengajak temannya, Aditya sering diajaknya
akhirnya aditya jadian sama Gita.
Lalu bagaimana dengan Bela, bela
juga jadian sama temannya Aldo namanya Andre, jadi disini ceritanya
teman dapat temannya lagi. Dari sini kemudian timbul masalah. Sebenarnya
Bela tak pernah mencintai Andre, lama-lama kelmaan Andre tahu karena
sesunguhnya Bela mencintai Aldo, bahkan semenjak duduk dibangku SMP.
Akhirnya Andre memutuskan untuk putus dengan Bela, setelah mereka
pacaran selama 8 bulan, padahal pada saat itu Bela sudah mulai melupakan
Aldo dan mulai mencoba menerima Andre, tapi apa mau dikata lagi.
Karena
Aldo sekarang sudah mulai renggang dengan Citra, karena citra selalu
membohongi Aldo dan diam-diam Citra juga sering jalan dengan Ridho teman
Aldo, Ridho menceritakan semuanya dengan Aldo, Aldo kemudian menjadikan
kesempatan ini untuk putus dengan Citra karena sebenarnya Aldo juga tak
lagi cinta dengan Citra. Aldo kini justu berbalik mencintai Bela.
Setelah
Aldo putus dengan citra, Aldo berusaha mendekati Bela. Citra tau jika
Aldo mendekati Bela. Citra akhirnya beranggapan bahwa Aldo memutuskan
nya karena Bela telah merebut Aldo. Bela dan citra yang semula baik
akhirnya menjadi renggang, gara-gara Aldo. Sesungguhnya Bela tak pernah
merebut Aldo dari siapapun, tapi Aldo putus dengan Citra murni dengan
kesalahan Citra.
Dan setelah Aldo pacaran dengan Bela, citra menjadi semakin menjadi,
dia benar-benar marah dengan Bela. Dia berkata pada bela bahwa dia akan
merebut kembali Aldo dari tanagn Bela
“kamu tega ya Bel, kamu tau kan
kalau aku sangat mencintai Aldo, tapi kenapa kamu ta merebut Aldo dari
tangan aku” kata citra pada bela
“aku gag pernah merebut dia dari tangan kamu, Aldo memutuskan kamu karena kesalahan kamu sendiri” bela mebela diri
“alah, udahlah gag usah membalikkan keadaan, ingat ya bela, aku akan merebut Aldo dari tangan kamu”
Bela benar-benar tak habis piker, kalau citra akan berpikiran begitu.
Sedangkan citra benar-benar membuktikan ucapannya. Dibelakang Bela
citra sering menghubungi Aldo dan mencoba untuk balikan lagi. Entah
kata-kata apa yang citra katakana pada Aldo, setelh apa yang dibuat
citra pada Aldo dulu, yang sudah menduakannya dan membohonginya, Aldo
masih saja percaya dengan ucapan Citra. Akhirnya Aldo menerima kembali
Citra. Dan memilih meninggalkan Bela
“kamu tega al, aku gag nyangka
kalau kamu akan berbuat begini” kata Bela pada Aldo setelah tau bahwa
Aldo kembali lagi dengan citra
“maafin aku bel, tapi aku benar-benar bingung” kata Aldo
“kamu gag perlu bingung, sekarang kamu milih aku aku atau citra” kata bela tegas.
Bahkan tak ada air mata yag mengalir, sakit hatinya telah membuatnya membeku
Aldo hanya diam, tak berkata apa-apa.
“oke, aku mengerti sekarang,
kamu lebih memilih citra, oke kalau gitu kita putus, aku gag mau kenal
kamu lagi Aldo, dan jangan pernah muncul lag i dihadapan aku”
Bela kemudian pergi meninggalkan Aldo yang duduk termangu, Kemudian GIta mendatangi Aldo
“aku gag nyangka do, kamu bakal berbuat begini, kamu jahat tau gag” kata gita dengan marahnya
“ya aku mesti giman alagi git, aku bingung”
“udah lah terserah kamu, yah semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu sendiri, dan semoga kamu gag salah dengan keputusan kamu”
Gita kemudian perhi meninggalkan Aldo, dan meemui Bela, untuk menghiburnya. Hanya Aditya yang masih berdiri didepan Aldo
“aku gag ngerti apa yng ada dalam pikiran kamu al, sampe-sampe kamu bisa balikan lagi dengan Citra” kata aditya
“ah
udahlah dit, gag perlu dibahas, aku udah cukup pusing sekarng, mending
lo tinggalan aja gue sendiri disini” kata Aldo pada adit
“ok” adit kemudian pergi meninggalkan Aldo
***
“ya udah lah bel, lo lupain aja si Aldo, kamu dijauhin dari Aldo, pasti ada hikmahnya” gita mencoba menghibur bela
“iya, makasih ya git” kata bela pada gita
Kini
bela hanya mencoba tegar dan sabar. Menghadapi penghianatan cinta Aldo,
mungkin ini yang terbaik buat mereka. Bela percaya jika suatu ketika
dia akan mendapatkan orang yang lebih baik dari Aldo. Yang dia sayangkan
adalah kini persahabatanya dengan aldo dari kecil hancur, begitu pula
dengan citra. Tapi bela bersyukur akhirnya dia bisa tahu siapa
orang-orang yang sebenarnya tulus untuk selalu ada untuknya, dan siapa
saja yang pantas untuk dijadikannya sahabat. Bela kini hanya berusaha
untuk melupakan semua yang terjadi. Tuhan pasti sedang memberikan cobaan
kepadanya, karena Tuhan saying dengannya.
s
umber:http://ikhaseptiyanti.wordpress.com/2012/11/04/penghianatan-cinta-dan-persahabatan/
MENJELMA

By
MENJELMA
Published:
2012-11-07T17:59:00+07:00
PENGHIANATAN CINTA DAN PERSAHABATAN
5
48755 reviews