WWW.MENJELMA.COM - adalah fortal berita tentang seputar artis,hiburan,lucu,aneh,misteri,unik,olahraga ,nasional dan internasional
Unic29.com - Tak ada pembeda di Baitullah saat itu:
status sosial, jabatan, harta, warna kulit, asal usul, semua
ditanggalkan. Setiap orang hanya mengenakan kain ihram putih, tanpa
jahitan, sebagai simbol persamaan derajat di mata Allah. Sekaligus
pengingat, manusia dilahirkan dan akan berpulang dalam kesejatiannya.
Dimulai dari sudut batu hitam, Hajar Aswad, lautan lebih dari dua
juta manusia bergerak searah, mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali,
hingga berakhir di sudut yang sama. Membentuk pola lingkaran 360
derajat, yang bergerak melawan arah jarum jam, berporos pada satu titik.
Seperti yang dilansir
zizaal.
Tak hanya sekadar rukun yang harus dipenuhi dalam ibadah haji, ritual
Tawaf yang dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10
Zulhijah memiliki makna yang dalam: begitulah seluruh alam semesta
bergerak.
“Ritual tawaf adalah simbol ketaatan alam semesta kepada Sang
Pencipta, yaitu senantiasa melakukan gerak berputar,” jelas Profesor
Riset Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas
Djamaluddin.
Tawaf, menurut dia, sama halnya dengan gerak Bumi berputar pada
porosnya yang mengitari Matahari, Bulan mengitari Bumi, seperti
bagaimana Bumi dan planet lain mengitari Sang Surya dalam kesatuan
galaksi. Seperti planet lain di luar tata surya mengitari bintangnya.
Dengan segala keteraturannya.
Doktor lulusan Department of Astronomy, Kyoto University, Jepang itu
menambahkan, jumlah tawaf sebanyak tujuh kali juga menjadi simbol tak
terhingga dari simulasi gerak alam semesta. “Mengapa tujuh? Simbol tujuh
itu juga berarti alam semesta ini bergerak secara terus-menerus, tanpa
henti,” kata dia.
Senada, Prof. Dr. Ahmad Fouad Pasha dari Kairo University
berpendapat, tawaf adalah hukum kosmis. “Penemuan-penemuan ilmiah
membuktikan kita hidup di alam semesta yang tergantung pada revolusi:
Bumi mengitari Matahari sekali dalam setahun, Bulan mengelilingi Bumi
secara teratur, demikian halnya dengan satelit planet lain,” kata dia
seperti dimuat situs Quran & Science.
Hukum revolusi juga berlaku pada atom, satuan terkecil benda yang
bisa dilihat dengan mikroskop. Sebuah atom terdiri atas inti yang
berdiameter kurang dari sepersejuta milimeter atau nukleus –yang
dikelilingi elektron-elektron yang berputar dalam jarak tertentu.
Karena semua materi di alam semesta, baik padat, cair, atau gas,
terdiri atas atom, ini berarti bahwa hukum revolusi berlaku untuk
semuanya: bintang, planet, bulan, hewan, tumbuhan, pasir, laut, udara,
semua benda.
Dia menambahkan, Ka’bah adalah pusat spiritual dari orang-orang
beriman. Mengacu pada ikatan seorang hamba dengan Tuhannya. Tak hanya
ketika berhaji, pemeluk Islam juga salat menghadap Ka’bah setidaknya
lima kali dalam sehari. Dari segala penjuru dunia, menghadap ke satu
titik. (art)
Elin Yunita Kristanti, Amal Nur Ngazis
TAWAF ALAM SEMESTA
Setiap benda di alam ini selalu bergerak berputar untuk menjaga
keseimbangan. Dalam alam mikro, pada bagian terkecil dari setiap benda
yang disebut atom, elektron-elektron selalu berputar mengelilingi inti
(pusat) atom, disamping melakukan putaran rotasi dengan arah berlawanan
dengan jarum jam seperti perputaran (rotasi) bumi.
Dalam alam makro, bumi bersama 8 planet yang lain (Merkurius, Venus,
Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, dan Pluto)
berputarmengelilingi matahari (dalam tata surya matahari kita).
Sementara itu mataharibersama bumi, 8 planet yang lain, dan puluhan
bulan juga berputar mengelilingi pusat Galaksi Bimasakti. Apakah galaksi
Bimasakti hanya mempunyai satu matahari, bumi dan 8 planet itu?
Ternyata tidak!. Galaksi Bimasakti mempunyai sekitar milyaran matahari.
Perjalanan matahari ini juga telah telah dijelaskan dalam Al Qur’an 1400
tahun yang lalu :
“Dan Matahari berjalan di tempat peredarannya untuk masa yang telah
ditentukan baginya. Itulah ketetapan dari Yang Maha Kuasa lagi Maha
mengetahui. Dan bagi bulan telah Kami tetapkan manzilah-manzilah,
sehingga dia kembali sebagai bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin
matahari menyusul bulan dan tidak mungkin malam mendahului siang karena
semua beredar pada garis orbitnya” (QS. Yasiin : 38-40)
Ini adalah ilmu pengetahuan modern. Perjalananmatahari mengelilingi
pusat galaksi bimasakti (yang disebut black hole) baru diketahui oleh
para ilmuwan modern pada akhir abad ke 20, namun telah diucapkan oleh
seorang Nabi yang ummi, yang tidak dapat membaca dan menulis, dan belum
ada teleskop. Inilah Firman Allah yang diwahyukan ke dalam kalbu Nabi
Muhammad SAW. Inilah Mukjizat Al Qur’an yang akan selalu up to date
sepanjang jaman.
Apakah di langit sana hanya ada satu galaksi saja, yaitu Galaksi
Bimasakti itu? Ternyata tidak!. Galaksi bimasakti bersama
galaksi-galaksi lain (milyaran galaksi lain) membentuk kluster galaksi.
Selanjutnya sistem kluster galaksi yang terdiri atas milyaran
benda-benda angkasa seperti matahari, planet, bulan, meteor, asteroid,
dan lain-lain juga berputar (tawaf) mengelilingi pusat galaksi, yang
oleh NASA disebut ”Monster Black Hole” karena ukurannya yang jauh lebih
besar dibandingkan black hole dalam galaksi bimasakti. Apakah hanya itu
alam smesta ini? Subhanallah, ternyata kluster galaksi yang berisi
trilyunan benda-benda nagkasa itu tidak hanya satu, tapi masih ada
milyaran lagi di sana, dan semuanya berputar (tawaf) mengelilingi pusat
yang entah berada di mana karena hingga saat ini belum ada teleskop
tercanggih yang berhasil memotretnya. NASA sendiri mengakui bahwa
pengetahuan manusia mengenai alam semesta hingga sekarang ini kira-kira
baru sebesar 3 % saja.
Semua benda langit yang senantiasa berputar (tawaf) itu selalu dalam
keadaan keseimbangan, sebagaimana Allah menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali
tidak melihat ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah yang tidak seimbang.
Lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”
(QS. Al Mulk : 3)
Terbayang bukan, betapa luas jagat raya ini!. Di langit Allah ini ada
bermilyar-milyar matahari, planet dan bulan, sehingga benda-benda
angkasa jumlahnya trilyunan! Dan planet bumi yang kita tempati ini
sangatlah kecil di antara benda-benda langit yang berjumlah trilyunan
itu. Bumi kita ini bagaikan sebutir pasir di antara seluruh pasir yang
terhampar di seluruh permukaan bumi. Dan disanalah manusia tinggal
dengan berbagai kesombongannya. Betapa bumi kita ini sangat rapuh dengan
berbagai ancaman bahaya dari luar angkasa maupun dari dalam bumi
sendiri, dan kita yang tinggal disana sungguh tidak punya kekuatan
apa-apa terhadap kekuasaan Allah Yang Maha Perkasa, pemilik langit dan
bumi.
Sementara jagat raya ini selalu bertawaf, bertasbih dengan
ketundukannya kepada sang Pencipta, maka manusia sebagai bagian dari
jagat raya ini juga senantiasa bertawaf. Ka’bah adalah Rumah Allah
(Baitullah), symbol keberadaan Allah di bumi, pusat jiwa dan manusia
dari segenap penjuru negri, tempat suci yang penuh cahaya dan energi. Di
sanalah manusia bertawaf ketika melaksanakan ibadah Umrah dan Haji.
Tawaf adalah berjalan berputar mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali,
dimulai dan diakhiri pada garis coklat yang ditarik dari titik Hajar
Aswad. Jika situasi dan kondisi memungkinkan, bagi laki-laki disunnahkan
untuk mencium Hajar Aswad terlebih dulu, namun jika tidak memungkinkan
dapat dilakukan dengan mengangkat tangan (istislam), sebagai tanda
seseorang yang berbaiat, berjanji kepada Allah SWT untuk terus menerus
memegang janji dalam syahadatnya.
Tawaf adalah ritual haji untuk mengasah komitmen dan integritas
kepada Allah SWT. Komitmen tidak sekedar janji di mulut, tapi harus
diwujudkan dalam tindakan yang nyata dan terukur. Setelah kita melakukan
evaluasi dan introspeksi selama wukuf, maka di dalam tawaf kita
melakukan pembangunan mental untuk selalu menjadikan Allah sebagai
komitmen, sebagai prinsip, serta memegang teguh ketulusan dan kejujuran.
Bayangkan ketika kita bertawaf mengelilingi Ka’bah, bulan juga
bertawaf mengelilingi bumi yang mengakibatkan terjadinya pergantian
waktu bulan. Ketika kita bertawaf mengelilingi Ka’bah, bumi juga
bertawaf mengelilingi matahari yang mengakibatkan terjadinya pergantian
tahun. Bumi bertawaf dengan kecepatan yang luar biasa, yaitu berputar
pada porosnya dengan kecepatan 1600 Km/jam, dan juga berputar
mengelilingi matahari dengan kecepatan 107.000 Km/jam. Sungguh suatu
kecepatan yang menakjubkan, jauh lebih cepat dari pesawat angkasa
ulang-alik yang paling canggih dengan kecepatan 20.000 Km/jam. Allah
yang Maha Cerdas, Ar Rosyid telah mengatur kecepatan tawaf bumi, bulan
dan matahari sedemikian rupa agar tercapai kseimbangan alam yang terus
menerus, dengan pergantian waktu yang tepat. Dengan tawaf bumi, bulan,
dan matahari yang demikian cepat, waktu berlalu dengan cepat, waktu
selalu maju tak pernah berulang, maka waktu yang masih kita miliki untuk
hidup jangan sampai disia-siakan. Kita harus berpacu dengan waktu untuk
mengumpulkan sebanyak-banyaknya amal kebaikan.
Bumi yang kita tempati ini selalu tunduk pada perintah Allah,
berputar pada porosnya seperti gasing (berotasi) dan juga mengelilingi
matahari (berevolusi) tanpa henti, tak pernah lelah dan membantah,
padahal bumi tidak diberi akal. Lalu mengapa kita, manusia yang diberi
akal masih saja sering membantah dan tidak tunduk secara total kepada
perintah Allah? Bahwa sesungguhnya ketika kita sholat berjamaah, kita
tidak hanya berjamaah dengan orang lain, tapi kita juga berjamaah
bersama bumi, bulan, matahari, planet-planet dan galaksi-galaksi di alam
semesta. Kenapa demikian? Karena secara fisik, gerakan sholat itu
identik dengan gerakakan berputar (tawaf) yang mengandung unsur sudut
360o sekali putar. Ketika benda-benda angkasa dan juga jamaah haji
sedang berputar (tawaf), kita yang sedang sholat juga identik dengan
tawaf, satu rakaat identik dengan satu putaran tawaf. Maka tanpa kita
sadari, setiap kali sholat, kita berjamaah dengan bumi tempat kita
berdiri.
Orang yang mengaku muslim tapi tidak mendirikan sholat sama saja
dengan bumi yang tidak berputar, bulan tidak berputar, planet-planet
tidak berputar, matahari dan bintang-bintang lain juga tidak berputar.
Apa akibatnya jika semua benda angkasa berhenti berputar? Maka
benda-benda angkasa itu akan tertarik ke arah pusat edarnya dengan gaya
gravitasi yang sangat besar, lalu terbakar dan hancur. Demikian pula
seorang muslim yang tidak sholat berarti merusak keseimbangan alam,
menghancurkan tatanan kehidupan masyarakat. Demi untuk menjaga
sunatullah itulah maka Allah memerintahkan sholat sebagai ritual ibadah
yang sangat penting, yang tidak dapat ditinggalkan meskipun sedang
sakit. Orang sakit, selama masih ada kesadaran tetap wajib menjalankan
sholat, dengan fasilitas keringanan yang diberikan Allah. Seorang muslim
yang tidak sholat sangat berpotensi merusak jati dirinya karena tidak
dapat mengimplementasikan makna sholat ke dalam perilakunya. Wallahualam
Bishawab.
menjelma s
umber:http://www.unic29.com/13709/keajaiban-ritual-tawaf-simbol-hukum-alam-semesta
MENJELMA

By
MENJELMA
Published:
2012-10-19T12:15:00+07:00
Subhanallah : Keajaiban Ritual Tawaf, Simbol Hukum Alam Semesta
5
48755 reviews